
Release Date: 1 August 2008 (Indonesia)
Studio: Universal Pictures
Director: Rob Cohen
Screen Writers (WGA): Alfred Gough & Miles Millar
Cast: Brendan Fraser (Rick O'Connell), Jet Li (Emperor Han), Maria Bello (Evelyn O’Connell), John Hannah (Jonathan Carnahan), Michelle Yeoh (Zi Juan), Luke Ford (Alex O'Connell), Isabella Leong (Lin), Anthony Wong Chau-Sang (General Yang), Russell Wong (Ming Guo), Liam Cunningham (Mad Dog Maguire), David Calder (Prof. Roger Wilson)
Genre: Action, Adventure, Thriller
MPAA Rating: PG-13 for adventure action and violence
Sekuel The Mummy kali ini terasa seperti menonton film Avatar, karena turut menceritakan manusia yang dapat menguasai elemen-elemen.
Dengan menghadirkan kisah yang berbeda dari film sebelumnnya, kali ini Rick O'Connell (Brendan Frasier) dan istrinya Evelyn O'Connell (Maria Bello) kembali berhadapan dengan para mumi dari Negeri Cina. Padahal, mereka berdua sudah menetapkan diri untuk pensiun dari pekerjaannya tersebut. Namun akhirnya, merekapun pergi ke Cina yang sebelumnya hanya ditugaskan mengembalikan sebuah benda kuno, yaitu permata Shangri-La yang sangat berharga kepada rakyat Cina.
Dan tugas tersebutlah yang menemukan mereka dengan anaknya, Luke Ford (Alex O'Connell) yang memutuskan berpisah dengan orangtuanya dan menjadi arkeolog. Tanpa sengaja, Alex yang sedang bertugas mencari mumi kaisar Han (Jet Li), kaisar terbengis sepanjang sejarah Cina, membangkitkan kembali sang kaisar tersebut beserta pasukannya yang selama berabad-abad terkena kutukan oleh sang penyihir Zi Juan (Michelle Yeoh).
Dengan kebangkitan kembali sang kaisar, yang turut dibantu oleh sekte tentara Cina saat itu, mereka bertujuan untuk menguasai dunia ditangan sang kaisar bengis tersebut.
Pasangan yang telah pensiun itu pun membatalkan status kepensiunannya tersebut demi menolong anaknya memusnahkan sang kaisar.
Walau ada beberapa adegan yang terlihat ‘memaksa’, namun film ini tetap dapat menarik para penonton dari segi cerita. Cukup banyak terdapat humor-humor yang agak memaksakan (tak sedikit juga yang menghibur), Ye-Ti yang tiba-tiba muncul (saya akui versi Ye-Ti disini sangat berbeda dari versi-versi lain, dan mereka terlihat keren disini), sang kaisar yang ketika kutukannya hilang bisa berubah menjadi berbagai bentuk seperti naga (karena itulah berjudul ‘Tomb of The Dragon Emperor’), ceritanya pun terasa sangat singkat dan kurang mengagetkan jika dibandingkan dengan sekuel sebelumnya. Sangat disayangkan, memang. Namun seperti yang tadi saya bilang, cukup memuaskan dari segi setting (setting adegan ketika di China Town dan di mata air Shangri-La yang terbaik).
No comments:
Post a Comment