September 09, 2008

Time Paradoks


Apakah kamu sering mengalami hal seperti ini-kehilangan barang secara tiba-tiba, padahal kau ingat persis sedetik sebelumnya barangmu itu masih ada di sebelahmu. Dan ketika kau cari, tak pernah ketemu sampai detik ini juga.
Saya seringkali mengalaminya, dan itu sangat menyulitkan. bagaimana rasanya jika barang kesayangan tiba-tiba hilang, sudah dicari dengan susah payah membongkar seisi rumah tetap tak ditemukan. So fuckin' asshole, right?

Ada tiga versi yang ada dalam pikiran saya ketika hal tersebut terjadi:
1. Versi science fiction.
Terjadi time paradoks-teori mengenai kontradiksi dalam perjalanan menembus waktu dikarenakan berbagai hal yang berpotensi mengubah sejarah. Jadi ceritanya, karena pada masa sekarang barang kesayangan saya tersebut hilang, dan masa depan yang ternyata sudah tercipta mesin waktu, saya di masa depan menggunakannya dan kembali ke masa sekarang untuk mengambil barang yang hilang tersebut. Intinya, yang menghilangkan barang tersebut juga adalah..saya sendiri.
2. Versi gaib.
Memang ada makhluk usil yang menggoda iman saya dan memindahkan/mengambil barang saya.
3. Versi realistis.
Emang guenya aja yang teledor!

Untuk versi yang pertama, saya sering mengkhayal mengenai time paradoks. Apakah benar, kejadian-kejadian aneh dan tak masuk akal yang terjadi di masa lampau, bisa jadi dikarenakan adanya time paradoks? Walau banyak peneliti yang berpendapat hal tersebut kemungkinan besar tidak mungkin, walaupun setelah Einstein mengeluarkan teori relativitasnya. Apakah mungkin di masa depan manusia dapat bermain-main dengan waktu seperti itu?
Suatu alasan pastinya ada pro dan kontranya:
Pro: Everythings can happen in this world. Jika Allah menghendaki, kun fayakun.
Dan juga dilihat dari teknologi yang semakin hari perkembangannya sangat pesat, bisa jadi.
Kontra: Sungguh berbahaya jika manusia dapat bermain waktu seperti itu. Bayangkan saja, jika manusia dapat seenaknya mengubah masa lalu, masa sekarang pun saya kira tak akan ada. Hancur. Dan tuhan juga membuat manusia selalu berbuat kesalahan adalah untuk belajar, bukan?

Tentu saya lebih memilih yang kontra. Lebih baik tak akan ada yang namanya mesin waktu. Biarkan manusia tetap bisa berusaha memperbaiki kesalahannya. Rasanya akan lebih puas dibandingkan dengan cara instan.
Intinya, sebenarnya barang saya itu hilang kemana?

1 comment:

Ragil Cahya Maulana said...

saya juga pernah tuh.. kehilangan barang seketika dan kesulitan mencarinya. waktu itu, saya kehilangan kancut. setelah seharian mencarinya, ehh.. saya baru sadar telah memaikainya di kepala selama 12 jam.